Istana Hinggap
-
-
AG3 belum terbit4 weeks ago
-
Labels
- academy (9)
- anime (1)
- blog (12)
- dunia (2)
- event (26)
- family (26)
- fobia (2)
- hiburan (2)
- hobi (3)
- institute (21)
- institute-work (1)
- Kaki Novel (21)
- Karnadya (1)
- karut (1)
- maid (1)
- me (2)
- movie (8)
- myself and I (100)
- novel (33)
- okuni (36)
- PTS One (4)
- PTS Profesional (1)
- raya (2)
- resepi (1)
- self (10)
- society (3)
- tag (1)
- work (8)
- world news (1)
- yayasan (8)
- ややさn (1)
- ヤヤサン (12)
Beli Novel Izza
Sejak berpacaran dengan Febian Burhan, aku memang menganaktirikan blog-blog aku yang sedia ada. Dunia penulisan pun sudah ku pandang sepi selepas marathon melahirkan empat buah manuskrip. Dua sudah dicetak. Tinggal lagi dua yang masih menunggu giliran.
Jiwa aku memang dah betul-betul beku...sekali lagi. Tambahan pula sejak ada Febian Burhan yang saban hari menggamit aku bermesra dengannya. Berladang, menculik, main sihir...namakan saja. Ada saja angkara Febian Burhan ni yang buat aku sibuk ngalahkan akauntan negara. Tapi bukan sebab Febian Burhan aje jiwa dan otak aku jadi beku. Ada sebab lain yang menyebabkan aku berfikir sekali lagi untuk kesekian kalinya...ke mana selepas ini? Sesungguhnya perjalanan ni masih belum tamat sebab belum jumpa Final Destination (walaupun filem Final Destination dah ada 4).
28 Ramadan....
Semalam aku dan rakan sekerja lain berkesempatan menghadiri kuliah Ramadan di pejabat. Ini kali kedua sesi berkenaan diadakan. Penceramah kali ini ialah Dato' Nik; mantan bos aku masa kat institut. Selama 5 tahun aku bekerja di institut, aku memang dah arif dengan cara penyampaian Dato' Nik yang kini KP ke-4 institut. Tetapi semalam, apa yang dengar dan saksikan, amat berbeza sekali. Ceramah sejam yang disampaikan oleh Dato' Nik begitu padat, bersemangat dan dari hati ke hati. Berlainan sekali dengan ceramah/syarahan yang aku pernah hadiri sebelum ini. Selalunya kuliah Ramadan menyentuh mengenai perkara hukum yang asas. Macam ceramah agama kat surau yang di sampaikan oleh ustaz-ustaz biasa. Lafazkan beberapa potong ayat, berikan terjemahan dan kupas. Gitulah selalunya.
